Sabtu, 27 November 2021

Pilih Mana? Deposito atau P2P dari Fintech, untuk Keamanan Uang Anda


Seiring dengan perkembangan zaman, maka tepat untuk investasi semakin banyak dijumpai. Dahulu deposito menjadi salah satu investasi yang banyak digemari karena memberikan banyak kelebihan, namun di era sekarang terdapat perusahaan fintech peer to peer lending yang tidak kalah menarik. Penasaran lebih jelasnya? Simak informasi dibawah ini.

Definisi Deposito dan P2P dari Fintech

Deposito merupakan salah satu produk simpanan yang telah ditawarkan oleh bank. Dimana penyetoran atau penarikan uangnya hanya bisa dilakukan dalam batas waktu yang sudah ditentukan. Apabila memaksa untuk menarik deposito sebelum waktu yang ditentukan, maka bisa dipastikan anda bakal mendapat denda atau penalti.

Sedangkan Fintech adalah salah satu perusahaan Financial Technology yang memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk kemudahan dalam hal investasi. Dimana nantinya perusahaan ini akan secara langsung antara peminjam dengan pemberi pinjaman atau pemilik modal. Kemudian dalam kurun waktu yang ditentukan peminjam harus mengembalikannya.

Tingkat Keamanan Deposit dan P2P 

Kedua investasi tersebut sama-sama memberikan manfaat dan menghasilkan bunga yang cukup besar. Lalu jika dikaji pada tingkat keamanannya, deposito adalah investasi yang cenderung sangat aman karena dilindungi dengan badan hukum dan juga sangat erat kaitannya dengan bank. Sehingga jika terjadi permasalahan, pihak bank memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikannya.

Hampir sama dengan P2P dari fintech, dimana perusahaan ini memberi asuransi sebagai wujud kompensasi keamanan. Dan jika anda menggunakan jasa fintech tersebut, seperti yang dijelaskan diatas bahwa pemilik modal akan dipertemukan dengan peminjam. Dengan pertemuan tersebut biasanya akan mendiskusikan mengenai sistem jaminan keamanan yang tepat.

Poin Penting yang Membedakan antara Deposito dengan P2P 

1. Hasil dari Bunga

Jika anda menggunakan peer to peer akan memiliki suku bunga yang cukup tinggi yaitu berkisar antara 12% hingga 21% per tahun. Dan untuk hasilnya tergantung dari banyaknya jumlah dana yang disetorkan, lembaga yang dipilih, dan juga jangka waktu transaksi peminjaman antara pemilik modal dan klien.

Sedangkan bila dilihat dari segi resiko, seperti yang dijelaskan bahwa deposito adalah produk simpanan yang memiliki resiko yang rendah. Akan tetapi di satu sisi deposito juga akan menjumpai adanya resiko penurunan suku bunga. Sehingga bunga yang didapatkan kurang lebih antara 4% hingga 7% per tahun. 

2. Jangka Waktu

Dilihat dari segi tenor yang di tawarkan antara deposito dan peer to peer juga ada perbedaan. Walupun sama-sama di beri jangka waktu antara 1 hingga 12 bulan. Namun untuk deposito biasanya yang akan menentukan adalah anda sendiri. Sedangkan jika menggunakan P2P dari fintech, tenor di tentukan oleh pemilik modal dan juga peminjam.

3. Jaminan

Deposito dengan range nilai tertentu akan mendapatkan jaminan dari LPS. Sehingga bakal mendapatkan jaminan keamanan yang lebih resmi. Sedangkan Peer to Peer tidak ada seperti itu, namun anda akan mendapat asuransi. Fintech juga memiliki filter yang ketat dalam kaitannya pinjam meminjam.

4. Pajak

Dari setiap dana yang dihasilkan umumnya bakal dikenakan pajak, dan pada deposito akan ada pph final. Sementara untuk produk dari perusahaan fintech akan berlaku sistem pph atau pajak penghasilan dari setiap dana yang di dapat dari klien. Biasanya pajak yang diberikan sesuai dengan pasal 23 yaitu sebesar 15%.

Dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya dengan menggunakan investasi deposito atau peer to peer lending sama-sama akan menghasilkan keuntungan, namun ada beberapa sistem yang berbeda. Misalnya dari jaminan yang diberikan, pajak, hasil dari bunga dan lain sebagainya. Sehingga ada baiknya jika ingin berinvestasi, anda membaca dan konsultasi terlebih dahulu.

0 comments:

Posting Komentar