Senin, 15 Juni 2020

Acil Ijum Berkeliling Jualan Ikan Sambil Memungut Sampah

Acil Ijum Berkeliling Jualan Ikan Sambil Memungut Sampah

Sosok Ibu Acil Ijum mungkin tidak asing lagi bagi warga Simpang Jelai, Basirih, Banjarmasin.  Ia merupakan sosok yang sangat tangguh dan pekerja keras. Di usianya yang sudah mulai senja, ia masih tetap mempertahankan hidupnya dengan berjualan ikan keliling dengan mengayuh Jukung (perahu tradisional). Tentu saja hal ini ia lakukan karena ingin hidup lebih terhormat ketimbang dengan meminta-minta.

Sosok Acil Ijum

Acil Ijum merupakan salah satu wanita paruh baya yang sampai detik ini masih berusaha untuk menafkahi keluarganya. Setiap harinya ia berjualan ikan dengan cara berkeliling menggunakan jukung di sepanjang Sungai Simpang. Ia memulai berjualan sejak matahari muncul sampai dengan matahari terbenam. Tentu saja ia lakukan pekerjaan itu dengan ikhlas, lagipula Ibu Acil Ijum sangat menikmati pekerjaannya.

Ada satu hal yang mungkin tidak biasa dilakukan oleh warga di sekitaran Simpang Jelai, Banjarmasin. Ibu Acil Ijum, sambil mendayung perahunya, selalu memungut sampah-sampah plastik yang mengambang di sepanjang sungai. Ia melakukan hal tersebut bukan karena paksaan, melainkan berasal dari hati nuraninya. Ia tidak ingin sungai yang biasa dinikmati oleh Warga Simpang Jelai tercemari oleh sampah-sampah plastik. Sampah-sampah tersebut secara langsung bisa merusak keindahan sungai tersebut.

Dengan demikian, tak sedikit warga yang kagum terhadap Ibu Acil Ijum atas ketulusannya melakukan pekerjaan sambil beramal. Ibu Acil Ijum pun tentu saja melakukan hal tersebut tanpa pamrih dari siapapun. Apapun yang ia lakukan didasari oleh niat tulus untuk menjaga lingkungan sekitar agar orang lain bisa merasakan keindahannya.

Kebaikan untuk Ibu Acil Ijum

Kita tentu saja merasa kagum dengan sosok ibu yang sudah sepuh ini. Di tengah kondisi badannya yang sudah tidak sebugar dulu, ia masih giat untuk tetap mencari pundi-pundi rupiah. Tangannya ia paksakan untuk tetap bisa mendayung perahu agar ia tetap bisa berjualan ikan. Berapapun penghasilan yang Ibu Acil Ijum dapatkan setiap harinya, ia tetap bersyukur karena Tuhan masih memberinya rezeki. Untuk itu, kisah Ibu Acil ini bisa menjadi inspirasi bagi kita semua untuk tetap berjuang dan berbagi kebaikan kepada sesama.

Untuk berbagi kebaikan kepada sesama, kita bisa memulainya dengan menggunakan produk asuransi syariah AlliSya Protection Plus dari Allianz. Produk asuransi syariah ini bisa memberikan kebaikan maksimal, adil, dan ringan berupa perlindungan jiwa dan kesehatan terbaik untuk orang-orang di sekitar kita. Dengan adanya pertanggungan biaya dari pihak Asuransi, kita tidak perlu khawatir lagi dengan biaya rawat inap rumah sakit, obat-obatan, dan lain sebagainya.

Selain itu, kita juga bisa menyisihkan sebagian dari harta kita melalui fitur wakaf Asuransi Syariah Indonesia Allianz. Melalui fitur ini, kita bisa membantu orang-orang yang sedang mengalami masalah finansial dengan menyisihkan sebagian dana musibah. Dari dana tersebut, ada banyak manfaat yang bisa disalurkan kepada banyak, sehingga ada banyak kebaikan yang terus terus mengalir pada orang-orang yang lebih membutuhkan.

Untuk itu, jangan pernah bosan untuk #AwaliDenganKebaikan bersama Allianz. Dengan menebarkan kebaikan, kita bisa memberikan manfaat yang tidak terputus pada orang-orang di sekitar kita. Di sisi lain, menebarkan kebaikan juga bisa membantu Ibu Acil Ijum untuk mendapatkan kejutan paket umroh gratis dari Allianz. Oleh karena itu, mulailah menebarkan kebaikan dari hal-hal kecil agar Anda bisa memberikan manfaat untuk orang banyak. 

Semoga ketulusan dan semangat Ibu Acil juga bisa menginpirasi kita semua, ya.

0 komentar:

Posting Komentar