Contoh Risiko yang Akan Ditanggung Asuransi dan Syaratnya

Contoh Risiko yang Akan Ditanggung Asuransi dan Syaratnya

Dalam hidup, selalu ada kemungkinan untuk terjadi hal-hal tak menyenangkan, bahkan cenderung merugikan. Sementara, sifat manusia umumnya ialah tidak ingin mengalami kerugian sehingga wajar jika kemudian mereka mencari cara untuk menghindarinya atau setidaknya menguranginya. Salah satu cara yang biasa mereka tempuh ialah dengan mengikuti asuransi.

Asuransi ini ialah bentuk pengendalian risiko dimana pihak penanggung atau perusahaan asuransi memberikan ganti rugi kepada pihak yang tertanggung atau nasabah.  Tentunya tidak semua risiko bisa Anda ajukan dalam asuransi. Hanya saja, sebagai gambarannya, berikut ini akan dipaparkan sejumlah risiko yang akan ditanggung oleh berbagai perusahaan asuransi terbaik di Indonesia. Yuk disimak. 

Daftar Contoh Risiko yang Disetujui oleh Perusahaan Asuransi
  1. Risiko cacat yang diakibatkan oleh mengendarai kendaraan bermotor
  2. Risiko kehilangan harta dan benda yang diakibatkan oleh pencurian
  3. Risiko rusaknya rumah, harta benda atau kendaraan yang diakibatkan oleh kebakaran maupun bencana alam
  4. Risiko hilangnya pendapatan yang diakibatkan oleh meninggal dunia
  5. Risiko terbakarnya bangunan atau pproperti yang diakibatkan oleh korsleting listrik
  6. Risiko hancurnya kendaraan yang diakibatkan oleh kecelakaan
  7. Risiko tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yang diakibatkan oleh hilangnya penghasilan orang tua.

Syarat Risiko yang Bisa Diasuransikan

1. Bersifat Sama dan  Nilainya Besar

Karena banyaknya risiko yang sifatnya serupa, ini nanti akan dijadikan salah satu dasar penilaian oleh perusahaan asuransi untuk memperkirakan besarnya kerugian yang nantinya bisa terjadi. Pada beberapa hal khusus, misalnya koleksi perangko, ini tentu sulit untuk diasuransikan karena pihak perusahaan asuransi juga akan kesulitan menentukan besarnya nilai pertanggungannya.

2. Bisa Diukur dengan Menggunakan Uang

Syarat yang kedua ialah bisa diukur dengan menggunakan uang. Maksudnya ialah pengalihan risiko akan dinilai dari segi finansial, bukannya dari sisi emosional pihak tertanggung. Misalnya dalam kasus asuransi jiwa, pihak perusahaan asuransi cuma bisa memberikan pengalihan risiko yang berupa uang yang sudah dipertanggungkan dan tidak bisa menghidupkan lagi pihak yang telah meninggal. 

3. Termasuk dalam Risiko Murni dan Khusus

Syarat selanjutnya yaitu risikonya termasuk risiko murni dan risiko khusus. Maksudnya ialah risiko tersebut merupakan risiko yang bisa muncul kapan saja, datangnya tidak terduga serta bisa menimpa siapa saja. Misalnya, risiko meninggal dunia atau risiko kecelakaan.

Selain berbagai syarat di atas, masih ada sejumlah syarat lainnya yaitu risiko yang terjadi harus bisa dibuktikan kebenarannya, kejadiannya tidak disertai dengan unsur kesengajaan serta mengandung kerugian bagi pihak tertanggung. Syarat-syarat di atas tentu juga berlaku bagi Anda yang ingin mengikuti asuransi perlindungan jiwa syariah. Semoga bermanfaat.