Fakta-fakta Menarik dari Vape, Rokok Elektrik yang Kian Digandrungi

Fakta Menarik dari Vape
sumber : line.today.me
Vape atau rokok elektrik kian disukai banyak orang. Selain praktis dan simpel, vape digadang-gadang juga lebih aman dibandingkan rokok tembakau biasa. Kemunculan vape beberapa tahun lalu di tanah air membuat banyak orang meliriknya. Mereka yang benci asap rokok tapi ingin ‘ngebul’ bisa mencoba vape yang punya beraneka ragam aroma menarik. Mereka yang ingin menghentikan kebiasaan merokok pun beralih ke vape yang notabene nya hanya menyemburkan uap tanpa mengandung zat-zat berbahaya seperti tar dan nikotin.

Seiring dengan popularitasnya, berbagai hal tentang vape pun dicari, mulai dari informasi-informasi dasar, cara menggunakan, tempat pembelian dan jenis-jenis liquidnya. Berikut adalah berbagai fakta yang perlu kamu tahu seputar vape.

1. Pertama booming di 2003

Vape (2)
sumber : busy.org
Vape pertama kali masuk pasar pada tahun 2003, pengguna globalnya meningkat secara perlahan hingga menunjukkan persentase yang signifikan. Pada tahun 2015, sebanyak 10% dari orang dewasa di Amerika menggunakan vape. Di Inggris Raya, pengguna vape melonjak dari 700.000 menjadi 2,6 juta di tahun yang sama. Rokok elektrik terbaru terus bermunculan setiap harinya dengan berbagai desain dan fitur menarik.

2. Pengguna bisa bereksperimen

Vape (3)
sumber : suara.com
Berbeda dengan rokok biasa, vape terdiri atas beberapa perangkat dan aksesoris yang bisa dijual secara terpisah atau dalam satu paket. Vape yang dijual di Indonesia memiliki dua jenis mod, yaitu mechanical mod dan electrical mod. Ini semua termasuk dalam jenis pen (pulpen) yang bisa dibawa kemana saja kamu pergi. Vape jenis pen ini memiliki dua elemen pemanas liquid, yaitu atomizer dan cartomizer (kombinasi cartridge dan atomizer).

Ada pula vape jenis portable yang dikenal sebagai handheld vaporizer. Bentuknya lebih besar menyerupai botol wiski. Tapi meski besar, vape portable masih muat di kantong kemeja. Vape lainnya adalah jenis desktop yang besar dan tidak portable. Vape jenis ini hanya bisa dipakai di rumah. Pengguna bisa bereksperimen sendiri mana yang cocok dengannya.

3. Kaya akan rasa dan aroma

Liquid
sumber : okezone.com
Inilah kelebihan vape dibanding rokok biasa yang hanya bau bakaran tembakau dan cengkeh. Vape bisa berasa dan beraroma buah-buahan, cokelat, kopi, dan bahkan permen karet. Harganya juga bervariasi, dari yang cuma 25 ribuan hingga 500 ribuan. Bisa memilih rasa mana yang paling mereka sukai. Asap vape yang wangi ini juga tidak terlalu mengganggu orang lain lho. Rokok elektrik terbaru yang dijual online biasanya memberi bonus satu liquid gratis.

4. Vape lebih sehat?

vape v rokok
sumber : hellosehat.com
Sebenarnya, manfaat dan resiko vape terhadap kesehatan masih debatable. Saling klaim terjadi dari kedua pihak. Ada bukti nyata bahwa vape bisa membantu seseorang berhenti merokok (seperti di Jepang yang jumlah perokoknya turun sebanyak 20% semenjak vape booming), tapi disisi lain tidak ada bukti kuat bahwa vape adalah alternatif sehat untuk pecandu rokok.

Vape lebih baik karena orang hanya menghirup vapor alias uap alih-alih asap pembakaran tembakau dan cengkeh. Tapi dikhawatirkan anak-anak dan kalangan non-perokok akan mulai menggunakan vape dan pada akhirnya membawa mereka menjadi perokok tembakau aktif.

5. Ancaman nyata bagi industri rokok

Vape (3)
sumber : acehimage.com
Di Indonesia, diperkirakan ada 70 juta perokok aktif. Kehadiran rokok elektrik menjadi ancaman nyata bagi industri rokok tembakau. Di Jepang banyak pabrik rokok tembakau yang bangkrut, lalu beralih mengembangkan bisnis vape. Banyak perokok tembakau yang mulai beralih ke vape, sementara hanya sedikit vapers yang beralih menjadi perokok tembakau.

Vape menimbulkan gejolak di tanah air di mana vape dituding menyengsarakan nasib jutaan petani tembakau dan pekerja pabrik rokok. Pemberitaan negatif mengenai vape pun dibuat, mulai dari isu vape bisa meledak hingga vape yang lebih berbahaya daripada rokok tembakau. Tapi yang pasti, vape relatif lebih aman kok dibandingkan rokok tembakau!

0 komentar:

Posting Komentar