Pemerintah Kembangan Padang Sebagai Kota Mandiri

Pemerintah akan mengembangkan kota mandiri baru Padang, Sumatera Barat, dalam waktu dekat. Pembangunan ini dilakukan setelah dimulainya pengembangan kota mandiri di Maja, Banten.

Di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, sebelumnya pemerintah telah menetapkan sepuluh kota yang akan dikembangkan sebagai kota mandiri.

Kesepuluhnya yaitu Maja, Padang, Palembang, Pontianak, Banjarbaru, Tanjung Selor, Makassar, Manado, Sorong, dan Jayapura.

"Iya (setelah Maja, akan di Sumatera). Mungkin kita di Padang dulu," kata Direktur Rumah Umum dan Komersial (RUK) Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Dadang Rukmana dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rabu (14/2/2018).

Menurut dia, Padang merupakan kota yang cukup mendesak untuk segera dikembangkan. Pasalnya, seperti diketahui Padang memiliki daerah yang rawan bencana.

"Jadi kita perlu menyiapkan area baru di sana," ujar Dadang.

Namun, Dadang masih menutup rapat soal informasi tentang pengembang yang akan diajak bekerja sama dalam mengembangkan Padang sebagai kota mandiri.

"Nanti bisa ditanyakan ke Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) itu," sebut dia.

Seperti diketahui, dalam mengembangkan Maja sebagai kota mandiri, pemerintah dibantu sejumlah pengembang, di antaranya yaitu Ciputra Group dan PT Agung Podomoro Land Tbk.

Ketahui Arti 6 Hidangan Khas Imlek

Ketahui Arti 6 Hidangan Khas Imlek

Tahun Baru China dirayakan dengan bersantap bersama keluarga dan silaturahmi. Beberapa hidangan menjadi ciri khas dari perayaan Imlek dan selalu ada di setiap perayaan tersebut.

Berikut adalah arti dari hidangan khas Imlek sesuai wawancara KompasTravel bersama Guru Besar Program Studi China Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Hermina Sutami, Kamis (8/2/2018).

1. Ikan

Kata “ikan” yang berbunyi yu sama bunyinya dengan kata “lebih”. Dengan makan ikan diharapkan rezeki selalu berlebih. 

2. Jeruk

Jeruk berwarna kuning emas karena itu dianggap sebagai lambang kekayaan.

3. Manisan

Manisan biasanya terdiri dari bermacam-macam buah yang dipersembahkan di atas meja abu leluhur. Di Indonesia manisan buah tersebut adalah nanas, pisang putri, pepaya mengkal.

4. Yu Sheng

Budaya menyantap Yu Sheng berasal dari etnis China di Singapura. Yu Sheng merupakan hidangan yang terdiri dari ikan mentah, yaitu ikan salmon. Ada pula sayuran yang digunakan terdiri dari potongan wortel, lobak, jeruk, kacang, daun jeruk limau, acar jahe merah, lobak, aneka manisan, dan paprika merah.

Saus Yu Sheng terdiri dari sari buah plum, lada putih, minyak zaitun, wijen panggang, dan kayu manis bubuk. Tidak semua orang Tioghoa di Indonesia merayakan Imlek dengan Yu Sheng. 

5. Lapis Legit

Lapis legit bukan kue tradisional China karena merupakan bolu yang “bergengsi” dan mahal tidak dapat dimakan setiap hari.

Maka pada kesempatan istimewa seperti Imlek, lapis legit menjadi kue lambang kemewahan. Kue lapis legit sendiri merupakan kue yang diadaptasi dari resep kue Belanda menggabungkan rempah asli Indonesia.

6. Kue Keranjang

Ada cerita rakyat menarik mengenai kue keranjang, yang disebutkan sebagai makanan dari ketan berbentuk batu bata, lalu dibungkus, dikeringkan dan ditanam di dalam tanah. Inisiatif menanam kue tersebut diberikan kepada seorang menteri kepada raja yang tidak berempati pada rakyat. 

Saat terjadi bencanan kelaparan, ada orang yang ingat bahwa sang menteri pernah menyuruh menyimpan makanan dari ketan di dalam tanah. Waktu menemukan ketan tersebut sudah berbentuk bulat. Kue tersebut digali dekat jelang Imlek. 

Pengucapan kue keranjang alias niangao dalam bahasa China menggunakan nada yang meninggi pada akhir suku kata. Hal ini melambangkan pendapatan yang lebih tinggi, posisi yang lebih tinggi, pertumbuhan anak-anak, dan umumnya menjanjikan tahun yang lebih baik.

5 Taman Ibu Kota Bisa Jadi Tempat Lepaskan Penat

5 Taman Ibu Kota Bisa Jadi Tempat Lepaskan Penat

Yang terlintas di benak banyak orang mengenai kota Jakarta adalah kemacetan dan kesumpekan. Meski telah ada beragam teknologi transportasi yang digadang-gadang bisa mengurai kemacetan, tetap saja kesan macet masih melekat di kota besar ini.

Namun, jangan dulu pesimis karena 5 taman kota di Jakarta ini bisa jadi alternatif untuk Anda yang ingin merasakan nyamannya ibu kota dan menjadi obat untuk Anda sudah stres karena macet.

1. Taman Suropati

Berada di kawasan Menteng, Taman Suropati adalah salah satu taman kota Jakarta yang bisa menghadirkan kesejukan di hati dan badan pengunjungnya.

Bagaimana tidak? Di sana, ada banyak pepohonan yang siap menyediakan udara segar bagi Anda.
Jika kebetulan Anda penyuka yoga, Anda bisa bergabung dengan komunitas yoga yang selalu latihan rutin setiap pukul 7 pagi di hari Minggu.

Atau bagi Anda yang memiliki hobi musik, Anda bisa menyalurkan hobi Anda dengan bergabung ke dalam komunitas musik yang selalu menggelar latihan bersama di Minggu pagi seperti komunitas biola.

2. Taman Cattleya

Ada lagi taman kota yang siap mendinginkan cuaca panas yang sedang Anda rasakan. Taman Cattleya namanya. Terletak di Tomang barat, taman kota ini selalu ramai oleh masyarakat yang ingin merasakan kesejukan di Jakarta. Ada juga jogging track bagi Anda yang suka olahraga lari.

Aktivitas olahraga di Taman Cattleya ini sangat menyegarkan dengan kehadiran pohon-pohon mengingat Taman Cattleya merupakan salah satu ruang terbuka hijau yang cukup luas di Jakarta Barat dengan luas sekitar 3 hektar.

3. Taman Kota Jakarta di Perpustakaan UI
  
Bergeser sedikit ke arah selatan Jakarta tepatnya di perbatasan Jakarta dengan Depok. Mencari hawa sejuk dan pepohonan rindang di perpustakaan kini tak lagi mustahil. Ya, hal itu bisa Anda coba dengan mengunjungi taman di Perpustakaan UI.

Taman di perpustakaan ini cukup bisa membuat para pengunjung merasakan tenangnya Jakarta dengan menghadirkan rumput-rumput serta kursi-kursi semen di bawah rindangnya pepohonan. Dengan sebuah danau di dekatnya, makin lengkaplah pemandangan indah yang bisa Anda nikmati dan tentunya bisa membawa ketenangan pada pikiran Anda.

4. Taman Museum di Tengah Kebun

Museum dan taman di tengah kebun pastinya terlihat menarik dan adem. Inilah yang akan tergambar di benak pengunjung ketika berada di Taman Museum di Tengah Kebun. Dengan suasana asri, Anda akan dibuat kagum dengan indahnya panorama taman di museum yang berada di Kemang ini.
Selain menikmati hawa sejuk, pengunjung juga bisa melihat beragam benda antik yang dipajang di dalam musem dan menjadi koleksi kebanggan si pemilik yang jumlahnya mencapai 2.800-an yang telah dikumpulkan selama kurang lebih 42 tahun.

5. Taman di Kebun Binatang Ragunan

Destinasi yang satu ini sangat cocok untuk dikunjungi bersama keluarga. Di sini, pengunjung tak hanya akan menemukan taman yang bersih dengan banyak pepohonan. Namun, mereka juga bisa melihat aneka satwa di kebun binatang yang ada di area Pasar Minggu ini dan menjadi wadah edukasi bagi anak-anak.

Selain itu, di dalam Kebun Binatang Ragunan juga sudah ada Taman Primata Schmutzer yang menambah koleksi hewan di kebun binatang ini dan menjadi variasi liburan bagi Anda. Di Taman Primata Schmutzer, Anda bisa melihat Gorilla yang menjadi primadona bagi setiap pengunjung.

Nah itu dia 5 taman kota Jakarta yang bisa menjadi alternatif yang bagus untuk pergi sejenak dari sumpeknya Jakarta. Semoga kehadiran taman-taman ini semakin memberikan alasan untuk Anda agar bisa mulai mencintai kota ini.